
Tangerang Selatan, KOMPRESS – Kementrian pertanian melaksanakan penarikan terhadap produk jamur enoki yang berasal dari perusahaan Green Co Ltd Korea Selatan. Hal itu dilakukan karena jamur enoki tersebut telah tercemar oleh bakteri yang berbahaya yaitu bakteri listeria monocytegenes. Bakteri tersebut dapat menimbulkan penyakit terutama bagi ibu hamil, seseorang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, bayi, hingga lansia.
Gejala yang ditimbulkan dari bakteri listeria monocytegenes dapat berupa pusing, diare, demam, mual, hingga nyeri otot dan sendi. Namun, gejala tersebut dapat timbul setelah beberapa hari mengonsumsi jamur enoki atau malah gejala tersebut baru akan terasa setelah lebih dari 30 hari.
Iwan Saskiawan selaku peneliti mikrobiologi dari Pusat Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkapkan bahwa "Bakteri L. monocytogenes adalah jenis bakteri patogen yang banyak mencemari produk olahan berbahan dasar susu dan turunannya seperti keju, es krim, dan yoghurt" melalui situs resmi LIPI pada hari Sabtu (27/6).
Jamur enoki sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita seperti vitamin biotin, thiamine B1, riboflavin B2, dan niasin. Iwan Saskiawan juga menjelaskan bahwa "Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, ada sekitar sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Selain itu 72 persen lemaknya termasuk kedalam jenis lemak tidak jenuh" ungkapnya.
Banyak masyarakat Indonesia yang gemar mengonsumsi jamur enoki karena harganya yang terjangkau dan rasanya yang enak. Beberapa restoran all you can eat biasanya juga menyediakan menu jamur enoki untuk dipanggang, digoreng, maupun direbus.
Saat ini komunikan mungkin masih menemukan jamur enoki tersedia dipasaran, hal tersebut dapat dipastikan aman untuk dikonsumsi karena jamur enoki yang saat ini masih ada dipasaran bukan berasal dari perusahaan yang memproduksi jamur yang mengandung bakteri listeria monocytegene.
Maka agar komunikan tetap bisa mengonsumsi jamur enoki dengan aman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengolah jamur tersebut. Komunikan jangan mengonsumsi jamur enoki ketika masih mentah maupun setengah matang. Jamur enoki harus dimasak dengan suhu minimal 75 derajat celcius agar bakteri bisa mati akibat terpapar suhu panas saat direbus.
Selain itu selalu cuci jamur enoki dengan air yang mengalir sebelum disimpan agar tidak mengontaminasi makanan lainnya jika disimpan didalam kulkas. Untuk menyimpan jamur enoki juga sebaiknya dengan wadah yang tertutup rapat atau dapat menggunakan plastik wrapping.
Jika cara tersebut sudah dilakukan dengan baik dan benar maka komunikan dapat mengonsumsi jamur enoki yang memiliki kalori yang rendah ini.
Selain itu manfaat lain yang berasal dari jamur enoki ini adalah dapat meningkatkan sistem imunitas, menyehatkan pencernaan, menghilangkan lemak tubuh, menjaga fungsi otak, dan juga menyeimbangkan gula darah.
Namun jika komunikan masih merasa enggan atau sulit mendapatkan jamur enoki di pasaran untuk saat ini, komunikan bisa mengganti jamur enoki dengan jamur shitake atau jamur merang karena fungsi kedua jamur tersebut sama-sama bisa digunakan sebagai pelengkap menu pokcoy jamur dan tahu jamur. Tetapi tidak lupa untuk selalu mencuci jamur dengan bersih agar etrhindar dari bakteri lainnya.
Sumber :
Penulis: Tigy A
Editor: Naurissa Biasini
Yaampun padahal aku suka bgt makan ini:(
Padahal selalu ada d menu all you can eat😵