
Adapun tujuan pelaku untuk mendapatkan penglaris atau laku saat berjualan bakso," - Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan di Jakarta, Jumat (26/6/20)
Hai komunikan! Kamu mungkin sudah mendengar berita yang cukup menghebohkan beberapa waktu yang lalu ketika seorang pedagang tertangkap kamera CCTV sedang meludahi dagangannya. Ia kemudian ditangkap dan diamankan oleh pihak kepolisian Polsek Kembangan.
Saat dimintai keterangan walau awalnya mengaku hanya menciumnya saja namun akhirnya ia menjawab bahwa hal tersebut dilakukannya adalah untuk penglaris. Pedagang tersebut mengaku kepada polisi bahwa cara yang ia lakukan didapat dari seorang guru spiritual asal Jawa Barat.
Cukup mengerikan, ya. Tapi apakah hal tersebut masih cukup tabu di Indonesia? Tentu saja tidak! Ternyata fakta membuktikan bahwa ritual penglaris dagangan sudah ada sejak abad ke-19, bukan lagi sesuatu yang baru. Caranya yang tidak wajar seringkali dihubung-hubungkan dengan dunia mistis. Hingga seorang penulis asal Belanda berhasil mengunkap praktik mencari kekayaan melalui jalur hitam ini dalam buku ‘Kekayaan-Kekayaan Haram Indonesia’.
Biasanya seorang pedagang yang menginginkan agar dagangannya laku dibeli akan mendatangi seorang guru spiritual yang ia percayai. Di sana ia akan diberitahu cara-caranya. Terkadang terdapat permintaan seperti tumbal, sajen, susuk, atau perlengkapan mistis lainnya. Beberapa di antara mereka juga seringkali mengharapkan agar pesaing bisnisnya merugi atau mati.
Dalam sebuah acara televisi, seorang paranormal bernama Om Hao memberitahu ciri-ciri makanan yang menggunakan tradisi penglaris ini. Ia dihadapkan oleh 6 macam makanan dari pedagang yang berbeda-beda dengan beragam menu mulai dari ayam, bakso, mie, dan lain-lain. Menurutnya ada salah satunya yang menggunakan pengasihan, bukan penglaris.
“Jadi bedanya kalau penglaris itu, memang menarik untuk dilarisi, dengan metode tertentu ya. Tapi kalau pengasihan itu misal contoh kita sebenernya mau makan ini di yang restoran yang lebih mewah. Tapi kok seperti ada orang yang kasihan jualan, jadi kita mampir ke warung tenda, tapi ini lebih seperti dengan rapalan tertentu, jadi dengan doa tertentu," ujarnya.
Lalu selang beberapa menit ketika ia memerhatikan makanan yang berkuah. Ia mengungkapkan bahwa jenis makanan ini biasanya sering menggunakan celupan benda-benda asing yang tak layak dicampur pada makanan. Walau berbahaya nyatanya masih sering dilakukan tanpa memerhatikan sisi higienitas, kesehatan, dan keselamatan konsumen.
“Biasanya kalau ini, ada menggunakan celupan-celupan tertentu. Dari yang pakai celupan kaki. ada yang bahkan kakinya itu berkoreng, atau apa gitu, Tapi yang saya dapatkan ini pake underwear (celana dalam), pakai daleman dan sudah dipakai itu.”
Jadi bagaimana, Komunikan? Pesan dari Om Hao adalah selalu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Utamakan untuk berdoa terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya agar tak ada hal-hal mistis yang mempengaruhimu.
Apabila kamu seorang pedagang dan menginginkan agar banyak konsumen yang membelinya, usahakan tetap melakukannya dengan cara-cara yang positif. Kamu masih bisa menggunakan media sosial untuk promosi, lalu tips dan trik lainnya yang sudah dipelajari saat kuliah. Apa yang kamu tanam itulah yang kamu tuai. Stay positive ya, Komunikan!
Penulis: Danisa Amanda Ardianti
Editor: Naurissa Biasini
Comments