
Sumber Foto: Danisa
Abaikan jarak sosial.
Pandemi Covid-19 rupanya tak mengurangi hasrat orang-orang untuk berkumpul di luar rumah. Bila melihat situasi di jalan baru Kampus Universitas Pembangunan Jaya yang dibuka mulai tahun 2019, akan tampak keramaian seperti biasa. Padahal di beberapa kota sudah selesai, namun Pemerintah Tangerang Selatan memperpanjang kebijakan PSBB. Lalu, mengapa warga seolah tidak peduli?
Butuh Hiburan
Seperti halnya ‘tempat wisata’, tepi jalan yang dipenuhi rumput hijau ini dijadikan lahan untuk bermain layangan. Seorang warga bernama Andri menceritakan sedikit keseruan yang ia temui saat bermain di tempat tersebut.
“Seru, seru banget. Hampir setiap hari ke sini untuk main layangan sama temen-temen. Corona juga kan belum bisa keluar jauh-jauh. Di sini kan deket dari rumah, terus luas, pas untuk main layangan. Hiburan banget, sih, karena suntuk di rumah terus,” ujar Andri.
Tidak hanya bermain layangan, di sepanjang jalan baru ini juga dijadikan lapak bagi para pedagang makanan hingga mainan anak. Warga membawa keluarganya, bahkan beberapa dari mereka melakukan piknik sambil berwisata kuliner. Beberapa warga juga terlihat sedang berolahraga lari, sepeda, hingga sepatu roda di tepi jalanan. Hampir setengah dari badan jalan tertutup oleh parkiran kendaraan para warga yang menyebabkan kemacetan di beberapa titik, terutama pada pertigaan jalan Merpati Raya dan Cenderawasih Raya.
“Parah sih ramenya, kemarin ke sana buat lari sore, udah gitu ada motor yang melewati jalur pejalan kaki dan sepeda,” tulis salah satu komentar dari akun @Danyiiii_ pada akun Instagram @KabarBintaro (20/06/20).
Tak Pakai Masker dan Gunungan Sampah
Sebagian besar warga juga tampak mengabaikan protokol kesehatan pelindung penyebaran virus penyakit. Warga nampak sangat leluasa beraktivitas tanpa ada aparat yang menegur. Petugas keamanan yang terlihat di sekitar tempat kejadian hanya menjaga keamanan area universitas, namun tak membubarkan kerumunan tersebut.
“Waduh, Mbak. Ini rame banget sampai macet. Saya setiap hari lewat sini juga jadi terganggu, agak takut keserempet juga karena jalanannya jadi sempit tapi orangnya terlalu banyak, mana nggak pakai masker, jadi waspada juga,” terang Adji, salah satu pengendara motor yang melalui lokasi ketika keramaian berlangsung.
Seakan tak takut akan penyebaran virus Covid-19, warga yang menikmati makanan dan minuman di tempat ini juga tak menghiraukan aturan untuk membuang sampah pada tempatnya. Walau papan peraturan sudah dipasang di beberapa titik, namun sampah yang berserakan masih terlihat.
Walau PSBB Tangerang Selatan sudah diperpanjang sebanyak empat kali dari mulai bulan April lalu, namun keterangan warga sekitar menunjukkan bahwa keramaian terjadi hampir setiap hari, terlebih pada saat hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Lalu apakah kebijakan pemerintah Provinsi Banten untuk memperpanjang PSBB cukup efektif dan efisien dalam mengurangi penyebaran jumlah pasien virus Covid-19 saat ini?
Penulis : Danisa Amanda Ardianti
Editor: Faliha Ishma Amado
Approved by: Emma Aliudin
Huff semoga pada baik2 aja ya...